Getar yang Diam
Catatan: semisal puisi ini menegaskan kontradiksi cinta: intens, menyakitkan, namun terselubung diam. Getarannya tajam, tak berisik, dan tetap hidup di antara kegirangan yang kalang-kabut.
Getar yang Diam
aku bisa menulis bait
panjang sebagaimana tatapanmu
menggetarkan dadaku
tajam dan tak berisik
apabila aku menulis
rasa ini panjang
baca saja koran terbaru
tiap petang
dalam kegirangan halus dan kalang-kabut
bait-bait panjang hanya
menambal lubang kepayahan
radio berkata: tenanglah
aku berkata: tenang adalah
kebahagiaan yang dibungkam
ketahuilah
cinta tidak mengenal tenang
tenang dalam cinta
berarti cedera

Posting Komentar untuk "Getar yang Diam"
Posting Komentar