Borgol yang Hangat
Catatan: semisal puisi ini tidak mencoba menata kenangan, hanya menyaksikannya bergerak. Ia hadir sebagai tubuh yang ingat, yang berhati-hati, dan yang akhirnya menerima kehangatan dari ketidakberdayaan itu sendiri.
Borgol yang Hangat
kenangan tak pandai berdiam
berlompatan diingatan
terjun lewat mata
menari di punggung malam
aku menyaksikannya
penuh kehati-hatian sebab
hati yang hati-hati
tidak mudah sakit hati
kenangan kini berlarian
rebah di jalan panjang
sesekali pukulannya
mencium bibirku
ah, aku menyukai kenangan ini
saat tanganku diborgol
pelukmu
ketidakberdayaan terasa
lebih hangat

Posting Komentar untuk "Borgol yang Hangat"
Posting Komentar