Untuk Disebut Tidak

Catatan: Semisal puisi ini tidak ditulis untuk merayakan cinta, melainkan untuk meragukannya. Ia berangkat dari bencana, dari sesuatu yang datang tanpa izin dan tak pernah sepenuhnya bisa dipahami. 

Untuk Disebut Tidak

Tidak

Cinta bukan taman eden.
Bukan kisah suci fatima dan ali.
Bukan sajak temu yang jinak.

Tidak

Cinta, pada akhirnya, adalah bencana:
tak dapat diprediksi.
Itu sebabnya aku mencintaimu
di luar jangkauan BMKG.

Seumpama gempa,
seumpama tsunami,
seumpama sawit.
Datang pelan,
merata, tak bertanya.

Cinta ini, sayang,
terlalu jauh dari aman
untuk disebut tidak.

Tidak—
Mencintai.

Posting Komentar untuk "Untuk Disebut Tidak"