Dialog Kesekian di Ujung Malam

Catatan: semisal puisi ini tidak berusaha menyembuhkan apa pun. Ia hanya mencatat bagaimana percakapan, air mata, dan nama yang tersisa perlahan menetap di tubuh—lebih lama dari sakit, lebih lama dari malam.

Dialog Kesekian di Ujung Malam

kaki malam kian renta
percakapan jatuh
di antara jeda napas

beberapa daun luruh
jalanan sepi
mata kita lelah
menunggu mimpi

lalu kau berkata
suaramu gelas pecah
tak ada lagi
tersisa

ruang di dadamu
menyempit
diam menempel
lebih lama dari sakit

air matamu jatuh
garis tipis di pipi
ia bergerak tanpa tujuan
menyisakan
duri

kau berbicara lagi
seolah pagi
tak pernah benar-benar datang
bahkan cahaya
menjauh
dari pelukanmu

tali mengikat sunyi
di simpulnya
sebuah nama
terikat lembab

pagi datang
udara tetap dingin
kesunyian tinggal
lebih lama
dari malam


Gunung Sejuk,
2 Januari 2019

Posting Komentar untuk "Dialog Kesekian di Ujung Malam"